Total Tayangan Halaman

Senin, 19 Mei 2014

AC.Milan Musim 2013-2014 yang terjerembab menjadi tim papan menengah di akhir musim


Ada sekelumit cerita kurang mengenakkan ditahun ini bagi tim besar kota mode AC. Milan. Musim ini kiprah AC Milan di Liga Italia tidak lah sebaik 3 musim terakhir. Keluarnya Pemain-pemain senior berlabel bintang seperti Zlatan Ibrahimovic, Thiago Silva, Gennaro Gattuso, Alesandro Nesta, Massimo Ambrossini, Kevin Prince Boateng, Alex Pato, Ronaldinho, Inzaghi,  yang selama ini menjadi ruh dalam tim diduga kuat pemicu turunnya daya saing AC Milan musim ini. Pemain-Pemain yang masuk seperti Mario Balotelli, Ricardo Montolivo, Mexes, De Jong, Saponara emmanuelson, Polli, Taarabt, Rami, Robinho, Essien, Pazzini, Constant, Muntari, dan  kembalinya Ricardo Kaka,  pun tidak lah seimbang dengan yang keluar. Perselisihan pemain dengan pelatih, pelatih dengan pemilik klub jadi penyebab konflik internal yang tak terendus oleh media, adalah rangkaian dari drama runtuhnya konsistensi bermain milan yang baik di musim ini .  Lalu pergantian di kursi juru taktik dari Max Allegri ke Clerence Seedorf pun dilalukan,  namun itu pun tidak serta merta bisa mengangkat milan ke posisi yang lebih baik. Banyak yang mengklaim ini adalah proses regenarasi ditubuh milan sehingga mau tidak mau milan harus menerima kenyataan pahit dengan serangkain hasil minor.  Milan Musim ini bermain tanpa ruh layak nya tim yang tak bermental juara. Mereka memainkan sepak bola layaknya tim papan tengah serie A, seperti Parma, Fiorentina, Torino. Hal ini juga tertular ke ajang bergengsi UEFA Champions League, yang mana Milan cuma sanggup bertahan sampai 16 besar. Para Fans banyak yang kecewa, namun yang lebih kecewa tentu pemilik Klub. Signore Silvio Berlusconi menyatakan saya juga turut kecewa dengan serangkain hasil minus yang dialami Milan tahun ini, dan yang lebih sakit lagi adalah saya sudah cukup banyak mengeluarkan biaya untuk tetap membuat Milan terus bisa bersaing di jagad sepak bola. Berlusconi menegaskan sebaiknya fans bersabar karena masa depan Milan masih ia fikirkan dan tak terfikir olehnya untuk menjual ke investor lain karena Milan adalah gairah dan cintanya.

Suka atau tidak suka fans (Milanisti) harus mengakui bahwa Silvio Berlusconi lah yang membesarkan Milan selama kurang lebih 20 tahun sejak dia jadi Pemiliknya. Sudah banyak pemain berlabel bintang di datangkan, sudah banyak pelatih berkelas di pekerjakan, sudah banyak piala yang masuk lemari AC. Milan, maka tidak adil juga rasanya menyalahkan Signore Silvio. Adapun masa surut sekarang adalah imbas dari iklim bisnis yang mengalami resesi 2008 serta jeratan kasus calcipoli yang memang tidak mendukung sang patron untuk melakukan pembenahan besar-besaran, maka jika dilihat dari geliat transfer pemain dan pelatih milan yang masuk tidak lah se spesial 5 tahun belakangan. Kasus calciopoli telah banyak menguras keuangan Milan dimana saat itu Milan banyak melakukan banding supaya tidak turun kasta ke Serie B.  Hal lain yang membuat Milan menurun adalah persolan hukum yang kini dialami silvio berlusconi dalam hal penggelapan pajak. Sang raja media juga di kenal sebagai sosok yang gemar melakukan perbuatan tidak baik dan sedikit banyak menjatuhkan nama bangsa italia kala menjabat perdana mentri. Silvio sering mengadakan pesta sex dengan para pelacur-pelacur kelas atas  italia. Akibat dari itu banyak Milanisti garis keras marah dan boikot, mereka mengatakan jika Presiden Milan tidak serius mengembalikan kejayaan Milan sebaiknya mundur dan jual saja milan ke orang yang lebih layak. Signore Silvio setelah mendengar itu langsung menegaskan sampai kapan pun milan tetap ada dalam jiwa saya dan tidak dijual. Presiden tidak bisa disalahkan karena dia juga berbisnis disepak bola, resesi 2008 memaksa milan melakukan pengetatan keuangan sehingga pelatih yang di tunjuk pun Max Allegri yang sebetulnya punya track record yang sedang-sedang karena waktu 2009 pernah jadi pelatih terbaik liga italia serie-a. Milan sebetulnya tidak terbiasa memakai pelatih diluar dari alumninya, kebanyakan yang jadi pelatih Milan adalah orang yang sudah pernah bermain untuk milan dalam jangka waktu yang lama seperti carlo Ancelotti, Fabio Capello, Leonardo. Tapi penunjukkan Cleren seedorf juga adalah perjudian besar yang dilalukan Presiden  Milan, mengingat seedorf sendiri belum pernah sekalipun menjadi pelatih.

Bisa kita lihat jejak rekam pertandingan milan selama musim ini cukup buruk, milan menderita 13 kali kekalahan. Kekalahan 7 kali di  paruh pertama musim ini sewaktu di tangani Allegri, sementara sisanya adalah waktu seedorf melanjutkan estafet pelatih milan. Sebagai pemilik 18 kali Scudetto serie-a ini jelas kemunduran. Untuk bersaing jadi juara jika kita pakai hitung"an pelatih fenomenal sepert Jose Mourinho, maka mou menyatakan tim kadidat juara itu biasanya kalahnya tidak lebih dari 5 kali, tapi sebaiknya ya jangan pernah kalah, tapi itu juga berat karena sepak bola selalu punya kejutan sendiri, lalu dengan hitung"an lain adalah wajib menang kala bermain di stadion sendiri yaitu sebanyak 18 pertandingan sebagai tuan rumah. nah sisanya itu adalah mencuri kemenangan dari tim kecil, lalu menahan seri kala bertemu tim besar yang juga punya peluang juara dan jika bisa menang tentu lebih baik.  

Harapan ku musim depan akan segera ada perbaikan di tubuh Ac Milan, perekrutan pemain yang bagus, diikuti penunjukkan pelatih yang sepenuh layak dan faham akan tradisi juara Milan. sehingga Milan bisa kembali berkompetisi di UCL. Semoga terwujud.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar